Sabtu, 15 November 2014

Sintak-sintak dasar linux

Sintak-sintak dasar linux adalah suatu perintah atau kode yang harus kita jalankan pada OS linux .
Misalnya kita akan masuk ke root, pasti kita harus memasukan sintak sudo su agar kita pindah user menjadi root .
Berikut sintak-sintak dasar nya :
 
1. sudo su
Digunakan untuk login sebagai root/pengguna tertinggi
Sintaks sudo su

2. login
Digunakan untuk login sebagai user lain, namun harus menjadi root dulu untuk bisa menjalankan peirntah ini.
Sintaks : login namauser
Contoh : login adam

3. cd
Digunakan untuk berpindah direktori
Sintaks : cd alamat_direktori
Contoh : cd /var/www

4. pwd
Digunakan untuk memperlihatkan di direktori mana posisi kita berada sekarang.
Sintaks : pwd

5. ls
Digunakan untuk melihat isi sebuah direktori.
Sintaks : ls

6. cp
Digunakan untuk melakukan copy file.
Sintaks : cp /direktori/file_yang_ingin_dicopy /direktori tujuan
Contoh : cp /etc/file1.txt /var/www

7. mv
Digunakan untuk melakukan memindahkan, cut atau rename file.
Sintaks :
mv /direktori/file_yang_ingin_dicut /direktori tujuan (cut)
mv /direktori/file_yang_ingin_direname /nama_baru_file (rename)
Contoh:
mv /etc/file1.txt /var/www
mv /etc/file1.txt file2.txt

8. mkdir
Digunakan untuk membuat folder baru.
Sintaks : mkdir nama_folder
Contoh : mkdir folder1

9. rmdir
Digunakan untuk menghapus folder.
Sintaks : rmdir nama_folder
Contoh : rmdir folder1

10. touch
Digunakan untuk membuat file baru.
Sintaks : touch nama_file
Contoh : touch file1.txt
11. rm
Digunakan untuk menghapus file.
Sintaks : rm nama_file
Contoh : rm file1.txt

12. more
Digunakan untuk menampilkan isi sebuah file
Sintaks : more nama_fie
Contoh : more file1.txt

13. echo
Digunakan untuk menuliskan sesuatu kata atau kalimat ke sebuah file.
Sintaks : echo “isi pesan” nama_file
Contoh : echo “Hai ini adalah contoh pesan” >> file1.txt

14. adduser
Digunakan untuk menambah user baru.
Sintaks : adduser nama_user
Contoh : adduser adamkurniawan

15. addgroup
Digunakan untuk menambah group baru
Sintaks : addgroup nama_group
Contoh : addgroup grup1

16. lsusb
Digunakan untuk melihat perangkat usb yang sedang terkoneksi ke komputer
Sintaks : lsusb

17. lspci
Digunakan untuk melihat perangkat pci yang sedang terkoneksi ke komputer
Sintaks : lspci

18. lshw
Digunakan untuk melihat hardware komputer.
Sintaks : lshw

19. dmesg
Digunakan untuk melihat hardware yang sedang beraktifitas
Sintaks : dmseg

20. top
Digunakan untuk melihat proses yang sedang berjalan, seperti Task Manager pada Windows.
Sintaks : top

21. cpuinfo
Digunakan untuk melihat spesifikasi komputer.
Sintaks : more /proc/cpuinfo

22. meminfo
Digunakan untuk melihat status RAM
Sintaks : more /proc/meminfo

23. clear
Digunakan untuk membersihkan layar
Sintaks : clear

24. halt
Digunakan untuk mematikan komputer, namun harus sebagai root.
Sintaks : halt

25. reboot
Digunakan untuk merestart komputer, namun harus sebagai root.
Sintaks : reboot

26. exit
Digunakan untuk keluar dari terminal.
Sintaks : exit

27. wget
Digunakan untuk mendownload via terminal
Sintaks : wget link_download

28. ifconfig
Digunakan untuk melihat konfigurasi ethernet/kartu jaringan.
Sintaks : ifconfig

29. apt-get
Digunakan untuk memperoleh paket/software dari repository ubuntu secara online.
Sintax : apt-get nama_paket
Contoh :
apt-get update (untuk melakukan update repository)
apt-get update wine (untuk mendapatkan paket wine)

30. tar
Digunakan untuk melakukan extract file.
Sintaks : tar [parameter] nama_file
Contoh : tar -xzvf komodo-edit-5.2.4-4343-linux-libcpp6-x86.tar.gz

31. nautilus
Digunakan untuk membuka tampilan GUI secara langsung.
Sintaks : nautilus
Contoh : sudo nautilus (menggunakan mode GUI dengan status root)

32. df -h
melihat sisa kapasitas harddisk.
sintaks : df -h

33. who     
digunakan untuk melihat nama login kita.
sintaks : who      

34. cat          
digunakan untuk membuka file.
sintaks : cat        
contoh: cat test.txt

35. date 
melihat tanggal
sintaks : date

36. cal
melihat kalender
sintaks : melihat tanggal

37. hostname 
Menampilkan nama komputer.
sintaks: hostname 

38. free     
Melihat Free memory.
sintaks: free     

39. History
melihat perintah apa saja yang pernah diketik
sintaks:History
 
40.deluser 
Menghapus user dari sistem
sintaks : deluser [nama user]

41. kill
 Digunakan untuk menghentikan proses yang sedang berjalan. 

42. bc 
Perintah bc dapat digunakan sebagai calculator.

43. Wall 
Pengiriman pesan oleh super user.

44. :w 
digunakan u/ menyimpan file or sama dengan (save).

45. :q 
di gunakan u/ keluar dari editor tanda nmentimpanfile.

46. :wq 
di gunakan u/ keluar dari editor sekaligus menyimpanfile.

47. Tail 
 Menampilkan 10 baris terakhir dari suatu file.

48. ls–l
Melihat semua file lengkap

49. ls-a 
Menampilkan semua file atau direktori yang tersembunyi

50. ls-f 
Menampilkan semua file atau direktori tanpa proses shorting

Pengertian Mikrotik

Mikrotik adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (Software) yang berhubungan dengan sistem jaringan komputer yang berkantor pusat di Latvia, bersebelahan dengan Rusia. Mikrotik didirikan pada tahun 1995 untuk mengembangkan router dan sistem ISP (Internet Service Provider) nirkabel.

Mikrotik dibuat oleh MikroTikls sebuah perusahaan di kota Riga, Latvia. Latvia adalah sebuah negara yang merupakan “pecahan” dari negara Uni Soviet dulunya atau Rusia sekarang ini. Mikrotik awalnya ditujukan untuk perusahaan jasa layanan Internet (PJI) atau Internet Service Provider (ISP) yang melayani pelanggannya menggunakan teknologi nirkabel atau wireless. Saat ini MikroTikls memberikan layanan kepada banyak ISP nirkabel untuk layanan akses Internet dibanyak negara di dunia dan juga sangat populer di Indonesia. MikroTik sekarang menyediakan hardware dan software untuk konektivitas internet di sebagian besar negara di seluruh dunia. Produk hardware unggulan Mikrotik berupa Router, Switch, Antena, dan perangkat pendukung lainnya. Sedangkan produk Software unggulan Mikrotik adalah MikroTik RouterOS.

MikroTik RouterOS 

MikroTik RouterOS™ adalah sistem operasi dan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer manjadi router network yang handal, mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk ip network dan jaringan wireless, cocok digunakan oleh ISP dan provider hotspot. Untuk instalasi Mikrotik tidak dibutuhkan piranti lunak tambahan atau komponen tambahan lain. Mikrotik didesain untuk mudah digunakan dan sangat baik digunakan untuk keperluan administrasi jaringan komputer seperti merancang dan membangun sebuah sistem jaringan komputer skala kecil hingga yang kompleks sekalipun.

Mikrotik RouterBoard



RouterBoard adalah router embedded produk dari mikrotik. Routerboard seperti sebuah pc mini yang terintegrasi karena dalam satu board tertanam prosesor, ram, rom, dan memori flash. Routerboard menggunakan os RouterOS yang berfungsi sebagai router jaringan, bandwidth management, proxy server, dhcp, dns server dan bisa juga berfungsi sebagai hotspot server.

Ada beberapa seri routerboard yang juga bisa berfungsi sebagai wifi. sebagai wifi access point, bridge, wds ataupun sebagai wifi client. seperti seri RB411, RB433, RB600. dan sebagian besar ISP wireless menggunakan routerboard untuk menjalankan fungsi wirelessnya baik sebagai ap ataupun client. Dengan routerboard Anda bisa menjalankan fungsi sebuah router tanpa tergantung pada PC lagi. karena semua fungsi pada router sudah ada dalam routerboard. Jika dibandingkan dengan pc yang diinstal routerOS, routerboard ukurannya lebih kecil, lebih kompak dan hemat listrik karena hanya menggunakan adaptor. untuk digunakan di jaringan wifi bisa dipasang diatas tower dan menggunakan PoE sebagai sumber arusnya.

Mikrotik pada standar perangkat keras berbasiskan Personal Computer (PC) dikenal dengan kestabilan, kualitas kontrol dan fleksibilitas untuk berbagai jenis paket data dan penanganan proses rute atau lebih dikenal dengan istilah routing. Mikrotik yang dibuat sebagai router berbasiskan PC banyak bermanfaat untuk sebuah ISP yang ingin menjalankan beberapa aplikasi mulai dari hal yang paling ringan hingga tingkat lanjut. Contoh aplikasi yang dapat diterapkan dengan adanya Mikrotik selain routing adalah aplikasi kapasitas akses (bandwidth) manajemen, firewallwireless access point (WiFi)backhaul link, sistem hotspotVirtual Private Netword(VPN) server dan masih banyak lainnya.

Sistem Level Lisensi Mikrotik 
Mikrotik bukanlah perangkat lunak yang gratis jika anda ingin memanfaatkannya secara penuh, dibutuhkan lisensi dari MikroTikls untuk dapat menggunakanya alias berbayar. Mikrotik dikenal dengan istilah Level pada lisensinya. Tersedia mulai dari Level 0 kemudian 1, 3 hingga 6, untuk Level 1 adalah versi Demo Mikrotik dapat digunakan secara gratis dengan fungsi-fungsi yang sangat terbatas. Tentunya setiap level memilki kemampuan yang berbeda-beda sesuai dengan harganya, Level 6 adalah level tertinggi dengan fungsi yang paling lengkap. Secara singkat dapat digambarkan jelaskan sebagai berikut:
  • Level 0 (gratis); tidak membutuhkan lisensi untuk menggunakannya dan penggunaan fitur hanya dibatasi selama 24 jam setelah instalasi dilakukan.
  • Level 1 (demo); pada level ini kamu dapat menggunakannya sbg fungsi routing standar saja dengan 1 pengaturan serta tidak memiliki limitasi waktu untuk menggunakannya.
  • Level 3; sudah mencakup level 1 ditambah dengan kemampuan untuk menajemen segala perangkat keras yang berbasiskan Kartu Jaringan atau Ethernet dan pengelolan perangkat wireless tipe klien.
  • Level 4; sudah mencakup level 1 dan 3 ditambah dengan kemampuan untuk mengelola perangkat wireless tipe akses poin.
  • Level 5; mencakup level 1, 3 dan 4 ditambah dengan kemampuan mengelola jumlah pengguna hotspot yang lebih banyak.
  • Level 6; mencakup semua level dan tidak memiliki limitasi apapun.

Jumat, 24 Oktober 2014

MACAM-MACAM KELAS IP ADDRESS

Dalam IP address dikenal 5 kelas yakni kelas A, kelas B, kelas C, kelas D dan kelas E. Semua itu didesain untuk kebutuhan jenis-jenisnya sendiri, antara lain :

Kelas A

Jika bit pertama dari IP Address adalah 0, address merupakan network kelas A. Bit ini dan 7 bit berikutnya (8 bit pertama) merupakan bit network sedangkan 24 bit terakhir merupakan bit host. Dengan demikian hanya ada 128 network kelas A, yakni dari nomor 0.xxx.xxx.xxx sampai 127.xxx.xxx.xxx, tetapi setiap network dapat menampung lebih dari 16 juta (256^3) host (xxx adalah variabel, nilainya dari 0 s/d 255).

Kelas B

Jika 2 bit pertama dari IP Address adalah 10, address merupakan network kelas B. Dua bit ini dan 14 bit berikutnya (16 bit pertama) merupakan bit network sedangkan 16 bit terakhir merupakan bit host. Dengan demikian terdapat lebih dari 16 ribu network kelas B (64 x 256), yakni dari network 128.0.xxx.xxx s/d 191.255.xxx.xxx. Setiap network kelas B mampu menampung lebih dari 65 ribu host (256^2)

Kelas C

Jika 3 bit pertama dari IP Address adalah 110, address merupakan network kelas C. Tiga bit ini dan 21 bit berikutnya (24 bit pertama) merupakan bit network sedangkan 8 bit terakhir merupakan bit host. Dengan demikian terdapat lebih dari 2 juta network kelas C (32 x 256 x 256), yakni dari nomor 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx. Setiap network kelas C hanya mampu menampung sekitar 256 host.

Kelas D

Khusus kelas D ini digunakan untuk tujuan multicasting. Dalam kelas ini tidak lagi dibahas mengenai netid dan hostid. Jika 4 bit pertama adalah 1110, IP Address merupakan
kelas D yang digunakan untuk multicast address, yakni sejumlah komputer yang memakai bersama suatu aplikasi (bedakan dengan pengertian network address yang mengacu kepada sejumlah komputer yang memakai bersama suatu network). Salah satu penggunaan multicast address yang sedang berkembang saat ini di Internet adalah untuk aplikasi real-time video conference yang melibatkan lebih dari dua host (multipoint), menggunakan Multicast Backbone

Kelas E

Kelas terakhir adalah kelas E (4 bit pertama adalah 1111 atau sisa dari seluruh kelas). Pemakaiannya dicadangkan untuk kegiatan eksperimental. Juga tidak ada dikenal netid dan hostid di sini.
Address Khusus

Selain address yang dipergunakan untuk pengenal host, ada beberapa jenis address yang digunakan untuk keperluan khusus dan tidak boleh digunakan untuk pengenal host.
Address tersebut adalah :

Network Address

Address ini digunakan untuk mengenali suatu network pada jaringan Internet. Misalkan untuk host dengan IP Address kelas B 167.205.9.35. Tanpa memakai subnet, network address dari host ini adalah 167.205.0.0. Address ini didapat dengan membuat seluruh bit host pada 2 segmen terakhir menjadi 0. Tujuannya adalah untuk menyederhanakan informasi routing pada Internet. Router cukup melihat network address (167.205) untuk menentukan kemana paket tersebut harus dikirimkan. Contoh untuk kelas C, network address untuk IP address 202.152.1.250 adalah 202.152.1.0.

Broadcast Address

Address ini digunakan untuk mengirim/menerima informasi yang harus diketahui oleh seluruh host yang ada pada suatu network. Seperti diketahui, setiap paket IP memiliki header alamat tujuan berupa IP Address dari host yang akan dituju oleh paket tersebut. Dengan adanya alamat ini, maka hanya host tujuan saja yang memproses paket tersebut, sedangkan host lain akan mengabaikannya. Bagaimana jika suatu host ingin mengirim paket kepada seluruh host yang ada pada networknya? Tidak efisien jika ia harus membuat replikasi paket sebanyak jumlah host tujuan. Pemakaian bandwidth akan meningkat dan beban kerja host pengirim bertambah, padahal isi paket-paket tersebut sama. Oleh karena itu, dibuat konsep broadcast address. Host cukup mengirim ke alamat broadcast, maka seluruh host yang ada pada network akan menerima paket tersebut. Konsekuensinya, seluruh host pada network yang sama harus memiliki address broadcast yang sama dan address tersebut tidak boleh digunakan sebagai IP Address untuk host tertentu. Jadi, sebenarnya setiap host memiliki 2 address untuk menerima paket : pertama adalah IP Addressnya yang bersifat unik dan kedua adalah broadcast address pada network tempat host tersebut berada. Address broadcast diperoleh dengan membuat seluruh bit host pada IP Address menjadi 1. Jadi, untuk host dengan IP address 167.205.9.35 atau 167.205.240.2, broadcast addressnya adalah 167.205.255.255 (2 segmen terakhir dari IP Address tersebut dibuat berharga 11111111.11111111, sehingga secara desimal terbaca 255.255). Jenis informasi yang dibroadcast biasanya adalah informasi routing.

Netmask

Adalah address yang digunakan untuk melakukan masking/filter pada proses pembentukan routing supaya kita cukup memperhatikan beberapa bit saja dari total 32 bit IP Address. Artinya dengan menggunakan netmask tidak perlu kita memperhatikan seluruh (32 bit) IP address untuk menentukan routing, akan tetapi cukup beberapa buah saja dari IP address yg kita perlu perhatikan untuk menentukan kemana packet tersebut dikirim.

Instalasi Jaringan Kabel dan Nirkabel






Persiapan


Komponen Jaringan Kabel

1.      Beberapa Komputer yang akan di jadikan server dan workstation.
2.      Swich SMC delapan port,
3.      Kertu jaringan tipe PCI,
4.      Kartu jaringan tipe PCMI,
5.      Kabel jaringan UTP dan 
6.      Konektor RJ45.

Komponen Jaringan Tanpa Kabel
1.      Access Point Wireless SMC, 
2.      Kartu Wireless tipe PCI dan tipe PCMIA
3.      Switch SMC delapan port. 
4.      Broardband router untuk akses internet serta print server.





A. Membuat Jaringan Komputer Kabel

Komputer yang akan digunakan untuk workstation yaitu accer veriton.
1.      Membuat Rangkaian kabel Jaringan

Untuk jaringan kabel harus diingat bahwa kita sendiri yang harus memesang kabel dengan konektornya, kabel yang digunakan yaitu kabel UTP dan konektor RJ45. sebelum kabel dipasang dengan konektornya, terlebih dahulu kabel dikupas dan dipotong rata menggunakan Crimping tool, kemudian kabel disusun rapih sesuai dengan urutan kode kabel yaitu seperti gambar dibawah :


Setelah selesai disusun kemudian kabel dimasukan kedalam konektor dan di krimping supaia kabel dan konektor saling terhubung.untuk mengetahui apakah kabel sudah tersusun dengan benar kita gunakan Multy tester (penguji kabel), hubungkan kabel ke kedua soket ,nyalakan. jika semua lampu menyala secara berurutan (kabel type straight) artinya kita tidak salah dalam menghubungkan kabel.
2.      Memasang Kartu Jaringan.


Untuk memasang kabel jaringan, mari kita buka terlebih dahulu komputernya lalu kita pasang kartu jaringan dari SRC.pasang kembali tutup komputer yang tadi dibuka.kemudian periksa di windows untu memastikan kartu jaringannya terdeteksi.
Selanjutnya siapkan komponen yang lain seperti switch, server dan kabel lalu hubungkan komponen2 tersebut.swicth SMC delapan port ini bisa menghhubungkan hingga delapan komputer atau peralatan lain. Jika lampu indikator pada switch menyala ketika port di hubungkan dengan komputer itu artinya jaringan telah terhubung.

3.      Instalasi Software
Untuk mempermudah sebaiknya kita cukup memasang satu buah protokol di dalam jaringan. Protokol berfungsi untuk menghubungkan berbagai komputer ke jaringan juga  sebagai penghubung ke internet.Kita pilih TCP/ip, Selanjutnya kita lakukan konfigurasi komputer client dengan langkah-langkah sbb;
Klik kanan pada ikon My Network, pilih Proferties maka akan terbuka windows network conection. Lakukan pensetingan pada internet card SRC dengan cara klik kanan pada ikon internet card SMC, pilih properties, lalu internet protokol(TCP/IP}, properties dan setting IP untuk membuat alamat IP sendiri.

Masukkan IP Address 192.168.0.2 perlu diperhatikan bahwa angka 2 merupakan no komputer dan tidak boleh sama dengan kokmputer yang lain karena alamat IP bersifat Unik.Subnet Mask 255.255.255. Ok
Selanjutnya atur nama komputer dan workgroup  dalam satu jaringan yang anda buat.untuk memastikan jaringan komputer kita telah terinstal atau tersetting dengan baik kita lihat dibagian Network conection.



Lihat di workgroupnya jika ada icon komputer kemudian jika klik open terdapat folder-folder yang telah di share itu tandanya jaringan komputer telah terkoneksi atau telah dapat melakukan komunikasi antar komputer.Selain itu apabila File atau Folder yang telah di share dapat di lihat oleh komputer client, client dapat melakukan penambahan file atau juga hanya membaca file.
Untuk melakukan share pada komputer anda apabila ingin membagi beberapa file atau Folder pada area workgroup anda maka langkahnya yaitu;



Klik kanan pada My Network, pilih Properties lalu klilk pada Local Area Connection, klik properties kemudian anda dapat melihat ada File and Printer Sharing dalam keadaan terinstal. Jika belum ada, anda tinggal meng-instalnya dengan klik instal dan pilih Service, add.kemudian muncul pilihan service ok.
Selanjutnya  jika anda ingin menentukan beberapa file atau folder pada komputer yang akan di share, anda tinggal membuka My Computer, lalu buka bagian Harddisk, tentukan Folder mana yang akan di share. misalnya Folder utama.


Klik kanan pada Folder tersebut, pilih Sharing and Security. Lalu pada bagian Network Sharing and Security, centang pada Share this folder on the network dengan Share name (nama folder) yang bisa diubah jika anda inginkan. Anda juga bisa menentukan apakah File yang di share boleh diubah atau hanya cukup di baca yaitu dengan mencentang Allow network users to change my file. Klik OK jika sudah selsai.Maka folder utama telah di share dengan terdapat icon tangan dibawah folder.Untuk menonaktifkan Sharing dari Folder tadi, anda tinggal ulangi langkah-langkah tadi dengan menghilangkan tanda centang pada Allow network users to change my file, Ok.
Untuk memastikan folder anda telah berhasil di sharing. Klik kanan pada My Network Places, explorer dan anda dapat melihat folder yang telah berhasil di sharing, dengan demikian User-user yang terdapat pada jaringan komputer dapat menggunakan file-file yang terdapat pada folder yang telah di share juga dapat merubah sesuai dengan ijin yang telah diberikan pada settingan Allow network users to change my file pada bagian network and security.



B. Membuat Jaringan Nirkabel

Sesuai denagan namanya, pada jaringan ini kita tidak akan dipusingkan dengan rangkaian kabel sehingga penempatan posisi komputer juga akan lebih bebas dan mudah.Dalam proses pemasangan jaringan tanpa kabel ini hampir sama dengan jaringan yang menggunakan kabel karena menggunakan kartu jaringan PCIMAE.
Kita siapkan komputer yang akan dihubungkan dengan jaringan.kemudian ambil perangkat access point yang digunakan untuk menghubungkan kartu-kartu  jaringan nirkabel yang ada di jaringan.

Koneksi jaringan komputer tebagi menjadi dua tipe, yaitu;

Ad hoc Wireles LAN dan Infrsatruktur Wireles LAN.



Untuk tipe Ad hoc tidak menggunakan accesss point, jadi setiap kartu jaringan nirkabel saling berhubungan namun tidak terhubung dengan jarinagn luar (internet].




Sedangkan pada Infrsatruktur Wireles LAN kita menggunakan Access point untuk koneksi ke internet kemudian dihubungkan kejaringan kabel. Dari kedua tipe koneksi jaringan ini yang paling banyak digunakan yaitu tipe Infrsatruktur Wireles LAN.


Memasang Kartu Jaringan



Kartu jaringan PCIMAE yang di pasang pada laptop dan Kartu jaringan PCI pada komputer PC.

Setalah terpasang, kita harus menginstal driver. Biasanya untuk kartu-kartu jaringan nirkabel harus menginstal software tambahan yang akan mengantur kerjanya.

Konfigurasi Software

Dalam sesi terakhir kita akan menginstal wireless PC adafter dari SMC Network dan mengkonfigurasi kartu jaringan wireles PCI.



Secara otomatis windows XP akan mendeteksi suatu hardware yang baru. anda tinggal mengarahkan posisi dimana anda menempatkan driver untuk wireles PCI adafter. Setelah selesai, selanjutnya kita akan menginstal program IF2 Connect Wireless yang isinya merupakan file konfigurasi untuk wireles PCI adafter.
Setelah selesai kita jalankan programnya. disini kita belum memasang accesss point wireless



SMC karena kita menggunakan  mode Infrsatruktur Wireles LAN dimana pada komputer ke dua atau komputer server masih menggunakan kartu jarinagn PCI dan bukan wireless yang tersambung kedalam switch serta disambungkan juga kedalam port di switch. Kita akan melakukan komunikasi antara komputer satu dengan komputer dua. Komputer ke satu masih memakai kartu jaringan biasa sedangkan pada komputer ke dua menggunakan kartu jaringan wireless PCI Adavter dan keduanya dihubungkan menggunakan Access Point.



Sekarang kita lihat tampilah berikutnya pada file konfigurasi setelah access point diaktifkan atau disambungkan kedalam switch, anda lihat pada bagian link information terdapat informasi dari wireless adafter anda dimana didalamnya terdapat laporan mengenai DSS ID, dan terdapat juga kondisi dari signal wireless card anda.
Kemudian kita beralih kebagian configurasi dimana mode diisi dengan model infrastruktur, SSID diisi dengan ANY, dan bagian To Rate-nya diisi dengan Fully Automatic, PS mode (power saving mode) pilih disable, sedangkan pada bagian Chanel anda dapat mengaktifkannya jika menggunakan model ad hoc wireless. Selanjutnya pada bagian Encryption anda atur menjadi disabled.



Sekarang kita buktikan apakah koneksi komputer wireless ini telah tersambung dengan koneksi jaringan. Buka workgroup anda (misalnya myhome) dan jika diklik terdapat dua icon komputer. sekarang kita coba kecepatan koneksi dari kedua komputer ini pada saat kita melakukan copy file besar dan satu file kecil. Kita copy file ukuran kecil dan pindahkan kesalah satu komputer, kemudian copy satu file berukuran besar. Anda lihat pada bagian proses copy-nya dan juga pada bagian wireless LAN configurasi, perhatikna kualitas signal stright apabila masih Exelent berarti kualitasnya masih baik. Anda juga dapat melihat kerja Access point dengan memperhatikan lampu indikatornya kedap-kedip dalam artian sedang melakukan suatu proses komunikasi antara dua komputer atau lebih.


Sumber:video jaringan kabel & nirkabel (info komputer)